Efek Herbisida Roundup Terhadap Pertumbuhan Ilalang

Herbisida roundup merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan tanaman seperti ilalang. Pertumbuhan ilalang yang cepat seringkali tidak menguntungkan pada area dan kondisi tertentu. Roundup dipandang sebagai salah satu solusi praktis yang bisa diterapkan dalam ukuran tertentu dan kondisi yang tertentu pula. Namun, efek roundup pada struktur beton dan beberapa material lainnya masih perlu dipertanyakan. Selain itu resistansi tumbuhan yang diberi roundup juga masih perlu diselidiki lebih jauh.

240px-Impera_cylind_071122-1347_stgd

Meskipun masih banyak hal-hal yang perlu dikaji lebih jauh lagi mengenai roundup, namun efek roundup pada pertumbuhan rumput, dalam hal ini ilalang, perlu diteliti utamanya sebagai solusi praktis penghambat pertumbuhan ilalang. Percobaan kali ini menunjukkan hasil pengamatan terhadap efek roundup pada pertumbuhan ilalang dalam jangka pendek. Tujuan utama dari percobaan ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas dari roundup terhadap pertumbuhan ilalang yang diperlakukan secara berbeda.

 

Pada percobaan kali ini, dibutuhkan cairan kimia roundup yang telah diencerkan dengan perbandingan roundup : air = 1 : 20. Objek percobaan merupakan vegetasi ilalang sebanyak 4 kelompok. Masing-masing kelompok berada dalam area pengamatan sebesar 1,5 m x 2,5 m. Pemberian roundup dilakukan pada hari pertama saja pada 2 area percobaan. Masing-masing area diperlakukan secara berbeda sebagai berikut:

Area I : Dipotong (dirintis) pendek hingga akar tanpa diberi  roundup.

Area II: Dipotong (dirintis) pendek hingga akar dengan diberi roundup.

Area III: Dipotong rapi setinggi +/- 3 cm tanpa diberi roundup.

Area IV: Ilalang tidak dipotong dan langsung diberi roundup.

Masing-masing area ditempatkan pada kondisi alam terbuka dengan kondisi cuaca mayoritas cerah dengan sedikit hujan. Kondisi tanah subur dengan pH netral. Durasi pengamatan pada percobaan ini adalah 15 hari.  Parameter yang diamati adalah ketinggian ilalang setiap hari yang diukur pada titik-titik sampel pada tiap area. Titik sampel merupakan titik pengukuran pada tiap area. Masing-masing area dipasang 3 titik sampel agar hasil pengukuran lebih representatif. Selain ketinggian, parameter lain yang diamati adalah grade perubahan warna pada rumput untuk mengetahui kesuburan ilalang.

Selama 15 hari pengamatan dan pengukuran, hasil percobaan adalahs ebagai berikut:

Area I : Ilalang dipotong (dirintis) pendek hingga ke akar dan tidak diberi roundup

tb2 copy ok

 

 

2 copy

 

 

 

 

 

 

Area II : Ilalang dipotong (dirintis) pendek hingga ke akar dan diberi roundup

3 copy

4 copy

 

 

 

 

 

 

 Area III : Ilalang dipotong rapi (+/- 3 cm) dan tidak diberi roundup

5 copy

  

6 copy

 

 

 

 

 

 

Area IV : Ilalang tidak dipotong  dan langsung diberi roundup

7 copy

  

8 copy

 

 

 

 

 

 

 

Pada area 4, terdapat pertumbuhan ilalang baru yang dapat dilihat pada titik 4 dan titik 5. Namun pertumbuhan ilalang baru tersebut tidak mengalami penambahan ketinggian mulai hari ke 14 dan secara visual mengalami penurunan kesuburan yang dapat dilihat dari perubahan grade warna menuju cokelat.

 

Penambahan ketinggian rata-rata seluruh area dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut:

9 copy

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan tinggi maksimum dan tinggi rata-rata ilalang di tiap area adalah sebagai berikut:

10 copy

Berdasarkan hasil pengukuran, pengamatan dan pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa:

  1. Ilalang di AREA 1 (dengan perlakuan potong pendek tanpa roundup) dan AREA 2 (dengan perlakuan potong pendek dengan roundup) mengalami pertumbuhan yang tidak jauh berbeda, dengan ketinggian rata-rata  di AREA 1 = 6,05 cm dan ketinggian rata-rata di AREA 2 = 6,49 cm.
  2. Pertumbuhan ilalang di AREA 3 (potong rapi (+/- 3 cm) tanpa roundup) cukup konstan dan pesat di mana tinggi rata-rata ilalang = 9,38 cm.
  3. Ketinggian rata-rata ilalang di AREA 4 (tanpa potong dengan roundup) tidak mengalami peningkatan dengan penurunan kesuburan menginjak hari ke 5. Hal ini ditandai dengan tidak adanya penambahan ketinggian pada ilalang dan kondisi fisik ilalang menjadi coklat dan mengering.
  4. Pemberian roundup untuk menghambat pertumbuhan rumput dan ilalang paling efektif dilakukan tanpa melakukan pangkas pada ilalang sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: