Kita…

Selalu

Aku lalui jalan setapak di belakang kilang, diserbu sepoi di antara rindang pohon bergoyang

Aku selalu menatap laut keemasan yang begitu dekat dengan tubuhku

Terhampar cantik menggendong langit dan matahari

Selalu dan selalu, tatapanku akhirnya jatuh di kapal-kapal minyak

Bersandar jetty dengan gagah

dan akhirnya hatiku bertanya,

Sedang apa kamu di sana?

Kuharap kamu baik-baik saja…

Pikiranku melayang saat terakhir bertemu kamu

Kulitmu yang putih telah menjadi legam

dan rambutmu yang rapi telah memanjang dan keriting

Sosokmu yang gagah nampak begitu kurus

Apakah pekerjaan ini menyiksamu???

Namun, kamu tetaplah kamu

Dan aku juga tetap aku

Dimana akhirnya realitas mengambil kemudi

Tak peduli seberapa besar aku mencemaskanmu

Tak peduli seberapa besar aku mendoakanmu

Tak peduli seberapa besar aku mengingatmu

Tak peduli seberapa dekat jarak kita

Kita hanyalah kawan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: